Cara Membuat Marketplace Sendiri untuk Foodcourt & Pasar
Cara membuat marketplace sendiri untuk foodcourt, pasar komunitas, atau toko multi-brand: model penghasilan, alur uang penjual, dan aturan mainnya.
7 menit baca
Daftar isi
Pengelola foodcourt, pasar online komunitas, koperasi, atau toko multi-brand sering menghadapi hal yang sama: banyak penjual, satu tempat, dan pembeli yang ingin memesan dari satu link. Daripada setiap penjual punya toko sendiri-sendiri, Anda bisa membuat marketplace sendiri: satu etalase, banyak penjual, dan Anda sebagai pengelola yang menentukan aturannya. Artikel ini membahas apa yang perlu diputuskan sebelum mulai, dan bagaimana Etalasse mendukungnya.
Kapan marketplace sendiri masuk akal
- Foodcourt: beberapa tenant makanan dan minuman dalam satu area, pembeli ingin memesan dari beberapa tenant sekaligus.
- Pasar komunitas: produk UMKM satu desa, satu perumahan, atau satu komunitas hobi dijual bersama.
- Toko multi-brand atau titip jual: Anda menampung banyak merek dan membagi hasil dengan pemiliknya.
- Jasa dari banyak penyedia: misalnya beberapa pengajar atau penyedia layanan di bawah satu nama.
Jika Anda hanya menjual barang sendiri, Anda tidak butuh marketplace. Toko online biasa sudah cukup, lihat cara membuat toko online untuk UMKM.
Lima keputusan sebelum membuat marketplace sendiri
1. Siapa yang boleh menjadi penjual
Tentukan apakah pendaftar langsung aktif atau harus Anda setujui dulu. Untuk foodcourt dan pasar dengan standar mutu, persetujuan manual lebih aman. Siapkan juga syarat dasar: identitas, rekening, dan jenis produk yang boleh dijual.
2. Dari mana penghasilan pengelola
Ada dua model umum, dan keduanya bisa digabung:
- Komisi: persen atau nominal tetap per unit dari setiap penjualan. Cocok bila omzet penjual naik turun.
- Biaya tetap: sewa lapak bulanan, biaya bergabung, dan biaya penarikan. Cocok untuk foodcourt yang sudah terbiasa dengan sistem sewa tempat.
Contoh hitungan (ilustrasi): tenant foodcourt menjual Rp15.000.000 sebulan. Dengan komisi 10%, pengelola mendapat Rp1.500.000. Dengan sewa lapak tetap Rp1.000.000, pengelola mendapat Rp1.000.000 berapa pun omzetnya, dan tenant yang ramai menyimpan lebih banyak. Pilih model yang terasa adil bagi kedua pihak, lalu tulis di perjanjian.
3. Siapa yang mengirim barang
Titip jual berarti barang ada di tempat Anda dan Anda yang mengirim. Model lainnya, penjual mengirim sendiri dari alamatnya, dengan ongkir dihitung per penjual. Untuk foodcourt, pesanan biasanya disiapkan langsung oleh tenant di lokasi.
4. Bagaimana uang sampai ke penjual
Pembeli membayar ke pengelola, lalu penghasilan bersih penjual masuk ke saldonya dan ia mengajukan penarikan. Pengelola yang menyetujui dan mentransfer. Artinya, Anda memegang uang orang lain untuk sementara. Catatan yang rapi dan jadwal pencairan yang jelas adalah kunci kepercayaan penjual.
5. Aturan refund, pembatalan, dan keluhan
Tentukan siapa yang menanggung bila pesanan dibatalkan atau barang dikembalikan, dan bagaimana penjual mengajukannya. Buat aturan tertulis dan bagikan ke semua penjual sebelum mereka bergabung. Bila ragu soal aspek hukum dan pajak, konsultasikan dengan ahlinya.
Fitur marketplace di Etalasse
Etalasse mendukung toko multivendor di paket Pro, dengan sejumlah penjual aktif yang sudah termasuk dan add-on bila butuh lebih banyak. Rinciannya ada di halaman harga. Etalasse tidak mengambil persen dari penjualan toko maupun penjual Anda. Berikut yang tersedia saat ini:
- Pendaftaran penjual dari toko online, dengan persetujuan otomatis atau manual, serta status aktif, ditangguhkan, dan ditolak.
- Komisi persen atau nominal per unit: bawaan untuk semua penjual, per tingkat penjual, atau khusus per penjual.
- Tagihan penjual: sewa lapak bulanan per tingkat (misalnya Basic dan Gold), biaya bergabung, dan biaya penarikan, semuanya nominal tetap.
- Saldo dan penarikan: buku saldo per penjual, minimum penarikan, dan persetujuan pencairan oleh Anda.
- Pusat Penjual: penjual mengelola produk, melihat pesanan dan penghasilannya, serta mengatur jam buka atau mode libur.
- Pilihan pengiriman: titip jual atau penjual mengirim sendiri, termasuk ongkir per penjual dari alamat pickup masing-masing.
- Fitur opsional yang mati secara bawaan: voucher dari penjual, chat pembeli dengan penjual, dan pengajuan refund oleh penjual.
- Laporan penjual: penjualan kotor, komisi, bersih, refund, yang sudah dibayarkan, dan saldo per penjual.
Khusus foodcourt
Toko bertipe makanan dan minuman (F&B) juga bisa multivendor. Saat tenant F&B disetujui, ia mendapat stasiun dapur sendiri, sehingga pesanan menu miliknya masuk ke layar dapur tenant itu, dan pilihan tambahan menu (misalnya level pedas) dikelola per tenant. Penghasilan tenant tercatat saat tagihan dibayar. Bila pembeli memesan dari meja, gabungkan dengan QR menu pesan dari meja. Gambaran lengkap ada di halaman solusi foodcourt dan multivendor.
Contoh alur satu pesanan dari awal sampai pencairan
- Pembeli membuka etalase Anda, memilih produk dari beberapa penjual, dan membayar sekali.
- Setiap penjual melihat barang miliknya di Pusat Penjual, lalu menyiapkan atau mengirimnya sesuai model pengiriman yang Anda pilih.
- Saat pesanan selesai, penghasilan bersih penjual (setelah komisi) masuk ke saldonya. Bila pesanan kemudian dibatalkan atau direfund, saldonya ikut dikurangi.
- Penjual mengajukan penarikan saldo. Anda menyetujui, mentransfer ke rekeningnya, lalu menandainya dibayar.
- Di akhir bulan, laporan penjual menunjukkan penjualan, komisi, yang sudah dibayarkan, dan sisa saldo setiap penjual.
Daftar periksa sebelum membuka pendaftaran penjual
- Perjanjian penjual tertulis: model penghasilan, jadwal pencairan, aturan refund.
- Syarat produk yang boleh dan tidak boleh dijual.
- Tiga sampai lima penjual pertama yang sudah Anda kenal, untuk uji coba.
- Satu pesanan uji dari pembeli sampai penjual menarik saldo.
- Orang yang ditugaskan menyetujui penjual dan pencairan setiap minggu.
Untuk jaringan besar dengan banyak cabang atau kebutuhan khusus, lihat juga Etalasse Enterprise.
Apakah Etalasse memotong persen dari penjualan penjual saya?
Tidak. Etalasse tidak mengambil persen dari penjualan toko maupun penjual. Komisi atau sewa lapak yang Anda tetapkan menjadi penghasilan Anda sebagai pengelola. Biaya paket dan biaya per pembayaran online ada di halaman harga.
Siapa yang mentransfer uang ke penjual?
Anda sebagai pengelola. Penjual mengajukan penarikan dari saldonya, Anda menyetujui, lalu mentransfer dan menandainya dibayar.
Bisakah penjual punya halaman tokonya sendiri?
Penjual mengelola produk, pesanan, dan penghasilannya dari Pusat Penjual, sementara pembeli tetap berbelanja di satu etalase milik Anda.
